• RSS
  • Email
  • Follow us
  • Become a fan
  • HOME
  • A Bout
  • Contact
  • Sahabat blogger
  • Suka-suka
    • Suka fashion
    • Suka Ngeblog
    • Suka Bola
  • Catatan Teknisi
  • Artis Bollywood
  • Blog Foto
  • SiteMap

Post Populer

  • Cara Menambah Kuota Paket Internet Kartu Tri
  • Cara Menambah Paket Kuota Smartfren
  • Modifikasi Yamaha Vega R New (my black_list) part.1
  • Gadget Adalah
  • Prediksi Barcelona Vs Bayer Munchen
genksukasuka.com - Hello sobat #genksukasuka ketemu lagi nih, cie so-soan nyapa penggemar padahal kagak ada hehe, okelah *lupakan. Saya mau cerita kenapa sabtu minggu kemaren endak ada postingan di blog genksukasuka ini yah karena saya lagi jalan-jalan ke ujung kulon, dan fokus menikmati perjalanan #RhinoTrip menginjakan kaki di TN Ujung Kulon,  oleh karena itu mari kita nikmati perjalananya yuk hehe.

(Blogger) Pemenang lomba
#RhinoTrip Selain bisa ketemu pemenang lomba blog "dukung pelestarian badak jawa" yang di adakan oleh blogdetik, ada mas danang cahyadi yang baru kali pertama bertemu dalam acara ini sedangkan kang harris dan kang erfano sudah pernah bertemu sebelumnya maklum mereka berdua kan seleb blog hehe, dan heranya kenapa mereka bertiga dari bogor #hebat sedangkan saya sendiri dari tangerang. Sayang sekali mba lucerahma satu pemenang lagi gak bisa hadir.  Acara yang di adakan oleh blogdetik dan wwf-indonesia, ini adalah Trip ke ujung kulon yang sesuatu banget.

Acara yang di start dua hari kemaren 16-17/06/12 sungguh menyenangkan pengalaman baru yang tak bisa di lupakan menginjakan kaki di di taman nasional ujung kulon, Perajalanan dimulai dari rumah saya (tangerang) menuju kantor wwf-indonesia yang berada di Gedung Graha Simatupang Tower 2 Unit C lantai 10,Jalan LetJen TB Simatupang.

Perjalanan Menuju Kantor WWF-Indonesia
hasil nanya sama embah google juga tidak begitu langsung mencerahkan karena tak ada by step naik trayek atau angkutan apa di sebutkan oleh mbah google :D, kemudian nanya juga sama teman yang sering modar mandir ke jakarta pun bingung dengan jawaban yang kurang begitu meyakinkan, maka akhirnya saya memutuskan dengan cara lama GPS (go personal sajah) artinya nanya hehe #ngaco. Tapi itu saya praktekan nanya sama orang dan sampailah saya menemukan jalan untuk trayek menuju kesana.


Dari kali deres naik busway dengan biaya 3.500 rupiah, kemudian turun di halte harmoni nyambung lagi ke arah Blok M turun di Duku Atas terus naik arah ke Ragunan kemudian kurang lebih 30 sampai 45 menit nanti turun di Departemen Pertanian, dari situ nyebrang jalan kalo gak tau nyebrangnya kemana nanya lagi saja yah :D. Saya lupa naik mobil jurusan apa tapi mobil angkotnya itu warna biru telor asin, tinggal tanya saja gedung graha simatupang hanya lima menit naik dari naik angkot tersebut.

Lantai tujuh ruang gajah namanya adalah lokasi meeting sebelum berangkat ke lokasi TNUK, nyampe kesana agak bingung juga karena gak tau awalnya di lantai berapa untuk pertemuanya salah saya juga gak nanya dari awal, tapi kenapa juga gak di kasih tau dari awal *sudahlahLupakan. saya pertama kali ketemu dengan mba laura yang akhirnya sama-sama menuju meeting room setelah mencoba menghubungi panitia lain namun miss comunication, dan teman blogger lain yang saya hubungi sedang sholat, #mungkin emang sudah di haruskan ketemu dengan mba yang satu itu kali yah  #kode :D .

Mendadak Badak Di TN Ujung Kulon
Perjalanan dari jakarta ke ujung kulon memakan waktu kurang lebih tujuh jam, setelah melalui jalan yang kurang bersahabat sesekali yang harus menyiapkan bantal jika di perlukan hehe. Sampai di villa sekitar jam dua pagi di sambt oleh angin kencang dan gemuruh ombak di tepi pantai

on the villa
. 

Dari awal memang saya mendukung kegiatan ini, acara tentang dukungan kita untuk sang maestro badak jawa yang sudah menghawatirkan statusnya yang sudah hampir punah sepunah-punahnya bayangkan saja di negara lain sudah tidak ada lagi badak bercula satu ini, contoh negara vietnam dan india yang ternyata benar-benar punah disana. Di indonesia sendiri berpegang teguh alias mengandalkan TNUK (Taman Nasional Ujung Kulon) sebagai cagar alam yang luas untuk pelestarian badak jawa sekitar seribu seratus dua puluh dua hektar lebih luasnya sepertinya sudah lebih dari cukup, sehingga memerlukan pengawasan lebih.

Setelah beristirahat melepaskan capek di mobil semalem. Pagi harinya setelah sarapan pagi jam tujuh kita bersiap-siap untuk track visit Run Rhino Run di daerah kecamatan sumur. disana merupakan desa penyangga TNUK. 
track run rhino run 10k

Menggnakan mobil sebelum ke lokasi memakan waktu kurang lebih setengah jam untuk sampai ke track Run Rhino Run sepanjang 10K, jalananya juga masih bebatuan rusak dan berdebu. Yang kami telusuri hanya setengahnya saja, dimana letaknya itu di kawasan desa penyangga daerah ujung kulon, dan sisanya adalah melewati jalan raya. Dan acaranya akan di gelar di tanggal 24/06 nanti. Track yang kita jumpai sedang dalam perbaikan jalan masih jalan tanah tapi cukup rapih, dipinggir-pinggirnya ada pepohonan yang rindang menjadikan track lari "Run Rhino Run" nanti akan terasa sejuk dan segar udaranya.

Selain itu saya juga menjumpai ada orang sedang mencari udang di pinggiran jalan, mungkin untuk memancing nantinya, lalu setelah melewati kurang lebihnya empat kilo kemudian saya disuguhi dengan hamparan pemandangan yang wah, sebuah pemandangan pantai nan indah terlihat juga ada pulau umang  disana. Kemudian kitapun berhenti sejenak di warung teteh anya yang yang cantik disana, nanti para pelari juga bisa mampir disini nih kalo kehausan. Hemm..bisa gak lari-lari deh kalo udah mampir di warung si teteh :D .


Kemudian Siang harinya kami melanjutkan berkunjung ke desa kertajaya kampung cinibung kecamatan Sumur. Adalah pa armat yang menjadi pemandu atau pelatih warga sekitar untuk belajar mengukir asesoris gantungan kunci atau patung badak jawa.

Miniatur badak jawa

pelatihan pembuatan patung badak mini
Menurut bapak armat dalam foto di sebelah kanan seorang reporter dari KBR86H, beliau mengatakan baru hari ini di adakan pelatihan untuk mengukir badak jawa dengan bahan dasar kayu. Kayu yang di gunakan sendiri menggunakan kayu limbah bukan semata-mata menebang untuk keperluan patung badak #good!. Di katakan juga oleh beliau untuk membuat patung badak lebih bagus menggunakan kayu Lame atau ada sebagian orang bilang kayu Pulai namanya.

Kayu tersebut sudah terbukti bagus karena saat dalam pembatikan warnanya tidak berubah bahkan tergolong lebih cerah, ketimbang menggunakan kayu lainya seperti kayu sengon yang sudah pernah ia coba sebelumnya.



gantungan kunci badak jawa 
"Pesanan untuk  kerajinan ini yang pertama mencapai jumlah 2100 telah di pesan" kata pengrajin badak, dan untuk yang lebih spesifik seperti gantungan kunci ini sudah bisa di produksi sekitar 200 gantungan kunci dalam sebulan.

Dan harganya juga cukup murah hanya 10.000 rupiah saja untuk satu gantungan itu juga kalo belinya di rumahnya yah, kalo udah di toko mah nanti pasti udah lain lagi harganya kali yah :D .

Dalam pelatihan ini harapanya bisa memasyarakatkan kepedulian akan badak jawa terhadap masyarat sekitar. Dan secara luas dampaknya tentu saja sampai kepada masyarakat luas di negri pertiwi ini sampai nanti kepada kita.

Setidaknya saya sudah memiliki koleksi gantungan kunci badak jawa yang belum ada di pasaran apalagi di wilayah jakarta dan sekitarnya. Sebenernya saya memiliki tiga yang pertama masih kasar seperti di foto yang kedua itu udah dipernis pemberian kang Dedi (pemandu wisata) dan terakhir yang di berikan oleh wwf-indonesia sebagai souvenir.

Kemudian perjalanan di lanjutkan ke rumah warga lainya yang tidak kalah kreatifnya dengan pemahat patung badak, masih tentang badak jawa, didesa itu ada pengrajin membuat teko, gelas dan asesoris yang terbuat dari batok kelapa dan uniknya teko-nya ada culanya loh, mungkin itu bisa jadi modal untuk menarik pembeli juga selain sudah memiliki modal unik teko yang berbahan dasar batok kelapa.

Dan tak jauh dari lokasi rumah bapak yang membuat kerajinan teko bercula satu tadi, ada ibu-ibu yang sudah ikut mengisi waktu luangnya selain menjadi ibu rumah tangga, ie membuat tiket dan tas yang terbuat dari daun pandan yang di ambilnya dari hutan. Setelah saya tanya ternyata ide itu di mulai karena mendapatkan pelatihan dari istri bapak pembuat teko dari batok kelapa.

pengrajin Tiker dan Tas dari daun pandan
Kurang lebih sudah enam bulan ibu-ibu kreatif di ujung kulon ini sudah melakoni usaha kreatif ini walau pasar atau penjualan hasil kreasi tas dan tiker itu masih kurang peminatnya karena memang akses jalan menuju ke ujung kulon yang masih jauh dan rusak, mungkin pembeli hanya dari warga sekitar dan para pengunjung yang datang ke TN ujung kulon.

Cano Ria Di Pulau Handeuleum Dan Pulau Jawa
Pagi buta kita sudah harus berangkat kesana, setelah sholat subuh kita sudah harus siap-siap tanpa mandi pagi itu juga langsung caw karena mengejar badak jawa juga #eh mengejar matahari #ups mengejar waktu hehe maksudnya biar gak kesiangan karena siang hari atau sorenya kita harus siap meluncur ke jakarta.

Di hari terakhir ini kita jalan-jalan ke pulau handeuleum dari villa pa fikri (kerabat dari wwf-indonesia) bisa memakan waktu (-,+) 1-2 jam. Di pulau handeuleum saya menemukan Rusa yang sedang memakan rumput, hewan ini juga termasuk hewan penakut jika di dekati manusia, makanya perlu ekstra hati-hati jika ingin mendekati dan mengambil fotonya. 

Pulau handeuleum dulunya sebagai persinggahan dari orang asing singkat cerita dari ranger kang dedi namun sekarang udah jadi alih fungsi sebagai penakaran Rusa.


Pulau Handeuleum
no fokus :D
canoing
Setelah itu kami menyusuri pulau handeuleum perjalanan canoing dilanjutkan kembali tempat yang akan di tuju adalah tempat yang biasa dilewati badak disana para cano ria, dalam perjalanan sambil menikmati pemandangan yang sejuk mendayung sampan dengan santai, di temani kicauan burung-burung yang begitu memanjakan telingan. Hal itu sangatlah langka jika kita hidup di kota seperti jakarta, ikan-ikan sesekali tertangkap basah, didepan mata saya ketika dia sedang berenang. Di kabarkan juga di area ini ada buayanya loh, cerita dari kang dedi. Teman dia pernah di serang buaya di lokasi ini, tapi hanya sebatas menabrak cano saja setelah itu dia pergi.

Tapi cerita itu tak sedikitpun menggangu saya dan kawan-kawan karena kami datang dengan tujuan baik dan hal itu baik pula tak ada kendala, kami menepi dan menyusuri jalan yang sudah di tentukan oleh Ranger disana ternyata kami bertemu "badak jawa" di ujung kulon, senangnya hati ini walaupun yang kami temukan bukanlah sosok badak jawa, melainkan hanya tapak kakinya atau jejaknya yang katanya baru dua bulan, menurut Rangernya jejak ini milik badak yang bernama?
terlihat dari jejaknya yang menjadi ciri khas kainya.

Bertemu "Badak" Jawa Di Ujung Kulon
Setelah puas mengejar badak di ujung kulon dan lagi-lagi bukan bertemu badak jawa di ujung kulon tapi hanya jejaknya saja yang kami temui, namun itu cukup melegakan setidaknya ada hasil yang kami lihat. 

jejak badak jawa
jejak badak jawa  (pict:gajah pesing)
Bertemu dengan badak jawa yang terakhir di ujung kulon adalah sesuatu banget, berkali-kali bertemu badak jawa seneng banget yah walaupun masih dalam ukiran patung lalu ketemu fotonya kemudian ketemu jejaknya, yang pentingkan ketemu badak jawa judulnya iya toh :D .


Dan di hari terakhir sebelum kita pulang ke jakrta lagi kita berkunjung ke Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Seksi pengelolaan TN Wil. III. Kebetulan rombongan mobil saya terlambat dan saya kebagian belakangan tapi tak apalah dapet bingkisan juga dari beliau kok :D .

Balai Taman Nasional Ujung Kulon
Di jelaskan oleh Bapak Muhammad Haryono selaku kepala balai walaupun terlambat saya masih bisa sedikit memperhatikan yang di jelaskan oleh beliau tentang ancaman terhadap populasi badak jawa diantaranya adalah pembunuhan liar, persaingan pakan dan ruang untuk bagi badak, penyebaran penyakit, dan invasi langkap.

Beliau juga menjelaskan tentang pemagaran atau pemberian batas terhadap TN Ujung Kulon yakni untuk memberikan kemudahan dalam meneliti badak jawa agar populasinya bisa di monitor dengan adanya bantuan juga dari wwf-indonesia yang memberikan camera tambahan untuk video trap, langkah itu cukup membantu untuk menghitung badak jawa. Dimana sudah terekam ada 35 ekor badak jawa dan lima ekor lainnya masih anak-anak. Disana saya juga menemui rusa dengan tanduk yang lebih panjang dari yang ada di pulau handeuleum.

Disana juga saya di wawancara sama wwf-indonesia bagian video ada bang happy salah satunya yang saya kenal hemm..berasa artis dah haha.. Itu kali pertama saya di wawancara jadi gak sabar nungguin jadinya #jiah.

Akhirnya perjalanan kita berakhir dan menuju jakarta eh kalo saya turun di tangerang yah hehe, senang banget bisa mendapatkan kesempatan ke ujung kulon gratis, terimakasih blogdetik terimakasih juga wwf-indonesia semoga kita berjumpa lagi di tanggal 24 juni di acara Run Rhino Run nanti yah #semogaDapetIjinlagi. Sampai jumpa senang bisa bertemu dan mengenal anda semua.

Semoga kampanye akan kepedulian kita dalam mendukung pelestarian badak jawa akan bisa di terima oleh masyarakat luas, dan membangkitkan semangat kita semua untuk ikut dalam kampanye ini, selain itu juga bisa membantu membangkitkan ekonomi warga sekitar dalam berkreasi dengan kerajinan-kerajinan seperti patung badak jawa, pin badak jawa, tiker dengan sulaman badak jawa, pin dengan ukiran badak jawa, dan lain sebagainya.

Selain itu TNUK juga menyajikan wisata alam yang belum sempat saya kunjungi tentu saja saya ingin kembali lagi di lain kesempatan nanti.

Salam jay
Posting Lama Beranda

#genksukasuka

#genksukasuka

VLOG

Hosting Gratis

Yang Mampir

Powered By Blogger
Internet Sehat
Poskita.com

genk

Label

  • berita dalam dunia
  • bisnis online
  • BLOGGER BICARA CINTA
  • blogger nusantara blogpreneur indonesia
  • cerita
  • genk diary

Label

  • genk mahasiswa
  • genksukasuka
  • musik
  • my grafiti
  • Review
  • sepak bola
  • tips blogging
  • tips dan triks

sukasuka

genksukasuka © 2011. All rights reserved. Designed by SpicyTricks