genksukasuka. Bukan blogger semusim sebuah pernyataan yang harus saya jawab dalam-dalam bukan masak-masak yah nanti kalo masak-masak pasti nunggu matengnya kalo dalem kan males nunggunya hehe, saya sejak menjadi blogger kacangan sampe umbi-umbian hehe, yang bener-bener bikin menggebu itu saat hadirnya kontes dan hal itulah yang membuat saya gak termakan oleh satu musim yang di namakan musim blogger.
Kala itu musim blogger yang pertama kali saya dengar dan hebohnya saat acara pesta blogger di tahun 2008 yang mana para blogger dari seluruh nusantara berkumpul menjadi satu dalam satu acara say hay dan saling bertukar dengan pengalaman cerita ini dan itu, meriahnya hadiah yang di berikan dalam acara, seru dan sangat mengesankan, tapi setelah itu hilang dengan perlahan, walau saya gak ikut dalam acara itu (masih jadi penonton) .
Blogger memang banyak fersinya dalam sebuah musim yang di sajikan biasanya dari blogger itu sendiri ketika musim itu hilang kita tidak aktif lagi ngeblognya, ketika mau ada musim kembali acara kumpul blogger baru aktif nengokin blognya, jadi seperti blogger musiman saja, mungkin hampir sama dengan pedangang musiman yang setiap ada event baru dagang kali yah, anda bukan blogger musiman juga kan. :D
Jika sudah cinta dengan sesuatu harusnya lah kita rawat jangan jadi blogger pecundang, ada teman saya yang bilang “saya bukan blogger musiman tapi ivenan”, maksudnya setiap ada event doang dateng sedangkan blognya gak pernah di update haiyah blognya cuma buat formalitas doang dong wah gak banget dah, saya ambil contoh lagi masa sarjana harus pake ijasah palsu sih kan gak banget iya toh, ini hampir sama dengan musiman juga cuma beda kelas.
Sesuatu yang di raih dengan sungguh-sungguh pasti hasilnya baik apalagi jika kita melakukanya dengan hati sudah pasti hasilnya sangat plus bukan baik lagi, menurut pengalaman kecil saya dalam merawat blog sangat terasa sekali khasiatnya dari yang asal-asalan mengisi konten blog dibandingkan dengan mengisi tulisan dengan hati, menulislah dari hati lalu tranfer ke tulisan pasti nikmat sekali jika di sajikan di halaman blog kita, dan saya yakin orang lain pasti suka membacanya.
Saya pernah membaca di sebuah blog bahwa tulisan yang sudah kita buat dan di publish itu sudah pasti akan di minta pertanggung jawabanya, begitu pula dengan kita sudah membuat akun blog lalu gak di urusin pasti sama halnya lagi punya rumah tanpa penghuni, sudah pasti kasian banget tuh rumah bakalan bulukan, sawangan, dll.
Kenapa jadi blogger harus aktif sedangkan bukan kerjaan sehari-hari dan hanya mengisi waktu luang? Banyak hal yang bisa di dapat sebenernya dan beberapa versi dalam jawaban untuk ini, saya sendiri dari awal gak bisa nulis, gak bisa bercerita dan lain-lain. Namun ketertarikan itu hadir setelah bertemu orang-orang hebat di dunia blogging bahkan dari latar belakang yang beragam kayak bineka tunggal ika yah :) dan saya bertekat untuk bisa belajar seperti mereka, gak mau lagi di bilang blogger kacangan, umbi-umbian dan lainya maunya jadi blogger yang bermanfaat bagi semua orang yang membacanya.
Artikel ini diikutsertakan pada KontesTiga Kata Bukan Blogger Semusim di BlogCamp.
@genksukasuka



kalau kacang-kacangan sih aku suka banget loh, tapi blogger kacangan hmmmm gak deh hehehe
Saya telah membaca dengan seksama artikel sahabat.
Akan segera didaftar.
Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam KOTAK.
Salam hangat dari Surabaya
@Pakde Cholikmakasih pakde senang bisa ikutan di kontesnya . hehe
salam dari tangerang
@Lidya - Mama Pascaldan untuk itu saya gak mau bun.. hehe
Ivenan hahaha~
Kalau blogger buah-buahan mau berarti? :P